Pemdes Sukamulia Timur Berikan Bantuan Sembako untuk Dukungan Gizi

Selasa, 21 November 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Desa Sukamulia Timur memberikan sembako kepada salah satu warganya. (foto:istimewa) 

Kepala Desa Sukamulia Timur memberikan sembako kepada salah satu warganya. (foto:istimewa) 

LOMBOKINI.com – Dalam upaya entaskan stunting, Pemerintah Desa (Pemdes) Sukamulia Timur, Kecamatan Sukamulia, membagikan sembako kepada bayi stunting dan Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) serta Resiko Tinggi (RESTI),  Selasa, 21 November 2023

Sedikitnya 100 paket untuk bayi stunting, dan 68 paket untuk Ibu Hamil KEK dan RESTI.

Kepala Desa Sukamulia Timur, Zainul Wardi, menyampaikan bahwa langkah ini sebagai bentuk perhatian dan upaya konkrit untuk mengatasi permasalahan stunting dan kekurangan gizi di lingkungan Sukamulia Timur.

Baca Juga :  Majelis Taklim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Salurkan 1 Ton Beras dan 100 Terpal untuk Korban Gempa Flores

“Kami berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama yang rentan mengalami stunting dan kekurangan gizi. Paket sembako ini diharapkan dapat memberikan dukungan nutrisi yang dibutuhkan oleh keluarga,” ujarnya.

Paket sembako yang diserahkan melibatkan berbagai komponen pangan yang kaya nutrisi, seperti beras, telur, gula, minyak goreng, susu, kacang hijau dan ikan asin.

Pemilihan jenis makanan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan nutrisi untuk membantu mengatasi masalah stunting, Ibu KEK dan RESTI.

Baca Juga :  Yayasan Mutiara Cendekia dan LSM Garuda Indonesia Salurkan Santunan kepada 30 Warga Sekotong

Salah seorang masyarakat yang menerima bantuan sembako, Baiq Nuraini, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap langkah Pemerintah Desa ini.

“Kami merasa sangat bersyukur atas bantuan ini. Semoga ini bisa menjadi langkah awal untuk meningkatkan kondisi kesehatan dan gizi keluarga kami,” katanya.

Langkah nyata Pemerintah Desa ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah desa lainnya, untuk terlibat lebih aktif dalam upaya penanggulangan stunting dan mendukung kesejahteraan masyarakatnya. **

Penulis : Ong

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Kemanusiaan Majlis Ta’lim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Kirim Bantuan Pakaian untuk Korban Gempa NTT
Yayasan Mutiara Cendekia dan LSM Garuda Indonesia Salurkan Santunan kepada 30 Warga Sekotong
Majelis Taklim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Salurkan 1 Ton Beras dan 100 Terpal untuk Korban Gempa Flores
Relawan Nusantara Salurkan ATK, PMT, dan Baby Kits untuk Penyintas Kebakaran Kampung Adat Sade
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
Pemkab Lombok Timur Daftarkan 4.000 Marbot dan Guru Ngaji sebagai Peserta BPJS Ketenagakerjaan
BAZNAS Lotim Tinjau Langsung Calon Penerima MAHYANI di Gili Beleq
Pemerintah Saling Tuding Soal Carut-Marut Data Desil, Masyarakat Harus ke Mana?

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:31 WITA

Tim Kemanusiaan Majlis Ta’lim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Kirim Bantuan Pakaian untuk Korban Gempa NTT

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:23 WITA

Yayasan Mutiara Cendekia dan LSM Garuda Indonesia Salurkan Santunan kepada 30 Warga Sekotong

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:48 WITA

Majelis Taklim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Salurkan 1 Ton Beras dan 100 Terpal untuk Korban Gempa Flores

Jumat, 18 September 2026 - 19:22 WITA

Relawan Nusantara Salurkan ATK, PMT, dan Baby Kits untuk Penyintas Kebakaran Kampung Adat Sade

Jumat, 11 September 2026 - 22:05 WITA

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Berita Terbaru

Dr. Maharani, peneliti Lombok Research Center (LRC), memaparkan materi tentang penguatan kapasitas pemerintah desa dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Seco Cafe, PTC Pancor, Lombok Timur, Selasa (20/10/2026). (Foto: Lombokini.com)

Opini

Ketika Suhu Naik, Orang Miskin Membayar Harga Termahal

Rabu, 21 Okt 2026 - 08:44 WITA