Pemda Lotim Gelar Program Sehat Keluarga, Sehat Ternak dan Bebas Stunting

Sabtu, 5 Agustus 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekitar 50 orang termasuk ibu hami, balita dan anak-anak duduk di dalam gedung Kantor Desa Belanting mendengarkan pengarahan Dharma Wanita. (Ong)

Sekitar 50 orang termasuk ibu hami, balita dan anak-anak duduk di dalam gedung Kantor Desa Belanting mendengarkan pengarahan Dharma Wanita. (Ong)

“Pemda Lombok Timur menggelar program sehat keluarga, sehat ternak dan bebas stunting di Desa Belanting Kecamatan Sambelia. 50 orang dibagikan telur serta pelayanan kesehatan ternak milik warga”

LOMBOKINI.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur terus berupaya menekan angka stunting dengan melibatkan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan bahkan pihak swasta.

Salah satunya, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan berkolaborasi dengan Pemerintah Desa, Dharma Wanita bekerja dengan menggandeng PT Charon Phokpan untuk menjalankan program sehat keluarganya, sehat ternaknya bebas stunting.

Program ini diinisiasi untuk desa-desa dengan angka stunting tinggi, termasuk Desa Belanting Kecamatan Sambelia yang memiliki angka stunting mencapai 220, lebih tinggi dibandingkan desa-desa lain di kecamatan Sambelia.

Baca Juga :  Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan

Pada Kamis (3/8/2023), Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan mengumpulkan sekitar 50 orang, termasuk ibu hamil, anak-anak, dan balita di Kantor Desa Belanting.

“Dalam kesempatan itu, masyarakat diberikan pengarahan tentang stunting oleh ibu-ibu Dharma Wanita. Selanjutnya, PT Charon Phokpan menyumbangkan 1500 butir telur untuk masyarakat tersebut,” kata Hultatang, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veterine, Dinas Kesehatan Hewan dan Pternakan, Jumat, 4 Agustus 2023.

Petugas medik dan para medik UPTD Kesehatan Hewan dan Peternakan Kecamatan Sambelia turun ke rumah-rumah warga yang memiliki ternak untuk memberikan pelayanan kesehatan ternak.

Baca Juga :  RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026
Petugas medik menyuntikkan vitamin ke Sapi milik salah satu warga di Desa Belanting.
Petugas medik menyuntikkan vitamin ke Sapi milik salah satu warga di Desa Belanting.

“Mereka memberikan pengobatan dan vitamin, serta mendata ternak-ternak masyarakat termasuk yang sakit,” ujarnya.

Program yang telah berjalan lama ini memiliki dua poin fokus, yaitu pencegahan stunting dan pelayanan kesehatan hewan ternak, yang dianggap sebagai satu kesatuan.

Oleh karena itu, masyarakat diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan hewan ternak, karena ternak yang sehat akan menghasilkan produk yang sehat dengan kandungan vitamin yang sempurna.***

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas
DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS
Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan
Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario
DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:31 WITA

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:22 WITA

LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:29 WITA

Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA