Pemkab Lombok Utara Akan Sulap Teluk Nare Jadi Destinasi Wisata Modern Senilai Rp 200 Miliar

Kamis, 28 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara Siap-sulap Teluk Nare Jadi Destinasi Wisata Modern Senilai Rp 200 Miliar. (Foto: Lombokini.com).

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara Siap-sulap Teluk Nare Jadi Destinasi Wisata Modern Senilai Rp 200 Miliar. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) bersama DPRD dan jajaran terkait sedang mempersiapkan langkah besar untuk mengubah kawasan Teluk Nare di Desa Pemenang Barat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Mereka akan menyulap dermaga yang selama ini hanya menjadi titik penyeberangan ke Gili Trawangan, Meno, dan Air menjadi destinasi pariwisata modern dengan fasilitas lengkap.

Dalam kunjungan lapangan, Komisi I DPRD KLU bersama Dinas Perhubungan dan Dinas Pariwisata mengungkapkan bahwa Pemda telah memiliki masterplan dan studi kelayakan dengan nilai investasi mencapai lebih dari Rp 200 miliar.

Kadis Perhubungan Lombok Utara, Parihin, menegaskan bahwa Teluk Nare akan menjadi kawasan terpadu, mulai dari terminal baru, pusat kuliner, amphitheater, bale kesenian, hingga kampung wisata healing.

Baca Juga :  Dekan FH Unram Tegaskan Komisaris BUMD Tak Boleh Berstatus Fungsionaris Partai

“Kami akan menyiapkan Teluk Nare menjadi kawasan terpadu, mulai dari terminal, pusat kuliner, amphitheater, bale kesenian, hingga kampung wisata healing,” kata Parihin pada media ini, Kamis, 28 Agustus 2025.

APBD daerah dan dukungan pemerintah pusat akan menopang rencana besar ini. Pemda bahkan telah menyiapkan alokasi Rp 9 miliar pada APBD 2026 untuk membebaskan lahan tambahan seluas 5-6 hektare, yang akan melengkapi 3,1 hektare lahan yang sudah mereka miliki.

Mereka juga memastikan status pengelolaan Dermaga Teluk Nare segera beralih ke Pemda KLU melalui hibah aset dari Kementerian Desa PDT.

Baca Juga :  LKKS NTB Perkuat Kapasitas Penerima Manfaat Desa Berdaya di Pijot, Dorong Usaha Naik Kelas dan Keluar dari Kemiskinan Ekstrem

Pemerintah KLU menargetkan penyerahan resmi pada September ini dan akan melaunching kawasan tersebut pada November mendatang.

Wakil Ketua II DPRD KLU, I Made Kariyasa, menekankan pentingnya kejelasan status aset.

“Kami memastikan kejelasan status dermaga sebelum pembangunan dimulai. Status aset ini harus jelas agar pengembangan dapat berjalan,” tegasnya.

“Semoga semua rencana berjalan mulus, Teluk Nare akan menjadi “gerbang emas” pariwisata Lombok Utara, bukan hanya sebagai akses ke tiga gili, melainkan destinasi mandiri yang mampu menghidupkan ekonomi masyarakat”, harapnya. ***

Editor : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LKKS NTB Perkuat Kapasitas Penerima Manfaat Desa Berdaya di Pijot, Dorong Usaha Naik Kelas dan Keluar dari Kemiskinan Ekstrem
Dekan FH Unram Tegaskan Komisaris BUMD Tak Boleh Berstatus Fungsionaris Partai
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG
Balai TN Rinjani Buka Terbatas dan Hentikan Layanan eRinjani
Kunjungan Putri Mahkota Swedia, Gubernur NTB Manfaatkan untuk Promosikan Kehidupan Masyarakat ke Dunia
Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi
Video Air Berbusa dari Tambak Udang Viral, Nelayan Protes Susah Cari Ikan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:48 WITA

LKKS NTB Perkuat Kapasitas Penerima Manfaat Desa Berdaya di Pijot, Dorong Usaha Naik Kelas dan Keluar dari Kemiskinan Ekstrem

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:42 WITA

Dekan FH Unram Tegaskan Komisaris BUMD Tak Boleh Berstatus Fungsionaris Partai

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Jumat, 11 September 2026 - 21:38 WITA

333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Selasa, 1 September 2026 - 17:57 WITA

Balai TN Rinjani Buka Terbatas dan Hentikan Layanan eRinjani

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA