Verfikasi PPPK Guru Formasi 2022 di Lombok Timur Lamban, Ternyata Ini Penyebabnya

Senin, 24 Juli 2023 - 13:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Guru PPPK Formasi 2022. (pikiran.rakyat)

Guru PPPK Formasi 2022. (pikiran.rakyat)

LOMBOKINI.com Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Lombok Timur, H. Lalu Hasan Rahman, mengungkapkan keprihatinannya terkait dengan lambannya proses verfikasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru formasi 2022.

Hasan Rahman menyatakan bahwa Pemerintah Pusat telah menetapkan besaran gaji PPPK sebesar 105 Miliar yang akan bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU). Gaji tersebut sudah dipastikan teranggarkan, namun proses pembayarannya mengalami hambatan di tingkat daerah.

“Menurut arahan dari pemerintah pusat, Pemda seharusnya tidak memiliki alasan untuk tidak membayar gaji PPPK karena sudah ada arahan untuk membiayainya melalui DAU,” ungkap H. Lalu Hasan Rahman, pada Minggu (24/7/2023)

Isu mengenai sistem gaji PPPK formasi 2022 menggunakan sistem rembes. Kabar tersebut menyebutkan bahwa gaji dibayarkan terlebih dahulu kepada pegawai, kemudian harus diklaim kembali di pusat.

Mengenai isu itu, Lalu Hasan Rahman menilai bahwa sistem rembes untuk gaji PPPK formasi 2022 ini kurang tepat. Menurutnya, anggaran untuk gaji PNS dan P3K seharusnya sudah dialokasikan dengan terarah melalui Dana Alokasi Umum (DAU) yang telah diarahkan untuk setiap daerah.

“Kalau kegiatan fisik atau lainnya mungkin bisa menggunakan sistem rembes. Namun, ketika bicara tentang gaji PPK sama dengan PNS, saya pikir tidak perlu dilakukan melalui rembes. Kuncinya ada di BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah) yang bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan daerah,” ujarnya.

Dalam upaya mencari penjelasan lebih lanjut, media ini mengkonfirmasi perihal tersebut dengan Kepala BPKAD Kabupaten Lombok Timur, H. Hasni. Namun, H. Hasni enggan memberikan tanggapan karena belum ada koordinasi yang jelas antara BPKAD dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Baca Juga :  HET Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Dinas Pertanian Lombok Timur Beri Peringatan Keras ke Pengecer

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Lombok Timur, Dr. H. Mugni, menyatakan bahwa dari 2.056 Guru PPPK yang telah lolos, masih terdapat satu orang yang menghadapi permasalahan.

BKPSDM masih menunggu kepastian dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) serta Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait kasus tersebut.

“Untuk masalah teknis, semuanya sudah diselesaikan, kecuali satu kasus ini. Kami akan menunggu perkembangan lebih lanjut dan setelah itu akan segera menerbitkan SK bagi Guru PPPK yang lainnya,” jelas H. Mugni.

Ia menegaskan bahwa SK PPPK Guru Formasi 2023 diharapkan dapat segera dibagikan pada awal bulan Agustus 2023. Sementara itu, perhitungan gaji mereka akan dihitung sejak Surat Perintah Melaksanakan Tugas (SPMT) diterima setelah menerima SK.

Masalah ini terus dipantau oleh pihak berwenang dan diharapkan segera mendapatkan penyelesaian agar guru-guru PPPK dapat segera memulai tugas dan mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Lombok Timur.

Dikutip pikiran.rakyat, dalam peraturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 212 Tahun 2022, yang menyatakan bahwa bagian DAU untuk penggajian formasi PPPK tahun 2022 akan dihitung sebagai 9 bulan gaji beserta tunjangan melekatnya, termasuk gaji dan tunjangan melekat dalam gaji ke-13 beserta Tunjangan Hari Raya (THR).

Namun, hingga bulan Mei saat ini, proses pemberkasan dan pengusulan NI PPPK untuk formasi guru dan tenaga teknis masih berlangsung, menyebabkan formasi PPPK Guru tidak dapat lagi memperoleh THR.

Baca Juga :  HMI Lombok Timur Tuntut Evaluasi Kinerja Pemerintahan Iron-Edwin

Meskipun demikian, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, memberikan penjelasan bahwa gaji ke-13 masih bisa disalurkan hingga setelah bulan Juni jika pada bulan tersebut belum juga dicairkan.

Dalam acara bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Timur, Kepala Seksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kementerian Keuangan, Dian Putra, menyatakan bahwa formasi PPPK 2022 seharusnya juga berhak menerima gaji ke-13 tahun ini.

“Karena kita perkirakan 9 bulan, mulai dari bulan April, maka kita hitung 9 bulan ditambah 2 bulan, karena mereka berhak mendapatkan THR dan gaji ke-13,” ujar Dian.

Dengan demikian, para calon PPPK Guru yang mendapatkan Nomor Induk PPPK antara bulan Mei hingga Juni akan menerima gaji ke-13 berdasarkan ketetapan dari Menteri Keuangan.

Hal serupa berlaku bagi calon PPPK tenaga teknis, yang proses pemberkasannya telah diterima dalam pengusulan penetapan NIP pada pertengahan bulan Juni 2023.

Para calon PPPK tenaga teknis telah dapat mengisi Data Riwayat Hidup (DRH) dan menyerahkan kelengkapan administrasi mulai dari tanggal 23 Mei 2023 hingga 8 Juni.

Pengusulan penetapan NI PPPK bagi para calon PPPK tenaga teknis akan berlangsung dari tanggal 1 hingga 30 Juni 2023.

Diharapkan dengan adanya ketetapan ini, proses penetapan PPPK dapat berjalan lebih efisien dan para calon PPPK dapat memperoleh hak-haknya, termasuk gaji ke-13 yang diharapkan dapat diterima pada bulan Juni atau setelahnya.***

Berita Terkait

Wamen Diktisaintek Letakkan Batu Pertama Pusat Riset Rumput Laut Tropis di Lombok Timur
Ketua SMSI Lombok Timur Raih Gelar Doktor, Jadi Inspirasi bagi Jurnalis
Mentan Amran Tetapkan NTB Pusat Bawang Putih Nasional, Targetkan Hentikan Impor dalam 3-5 Tahun
Longsor Blokir Total Jalur Wisata Pusuk Sembalun, Alat Berat Dikerahkan
KKN IAI Hamzanwadi Kunjungi Museum Genggelang, Telusuri Narasi Sejarah yang Terlupakan
Kejari Lombok Timur Selidiki Pungutan Liar dalam Program Reforma Agraria
Wali Murid Pukuli Ibu Rumah Tangga hingga Gigi Patah di Aikmel
Di Balik PAD Meningkat, Darurat di RSUD Selong: Obat Kosong, Nakes Tak Dibayar

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 10:14 WITA

Gaji ASN NTB Membeku di Bank NTB Syariah, Sistem Dipertanyakan

Jumat, 9 Januari 2026 - 15:54 WITA

Diskop UKM Lotim Imbau Penerima Bantuan Segera Perbaiki Rekening Bermasalah

Selasa, 6 Januari 2026 - 14:11 WITA

Pungli Wisata Lombok Tembus Rp 360 Juta per Tahun, Pemerintah Diminta Bertindak Tegas

Senin, 5 Januari 2026 - 18:05 WITA

PDO NTB Beri Ultimatum 2×24 Jam ke Grab, Gocar, dan Maxim Terkait Tarif Baru

Senin, 29 Desember 2025 - 23:30 WITA

Pemkab Lotim Revitalisasi Pasar Rensing dan Suela pada 2026

Senin, 29 Desember 2025 - 23:05 WITA

FH UNS Serahkan Sertifikat Indikasi Geografis Kopi Robusta Lemukih ke Pemerintah Buleleng

Senin, 29 Desember 2025 - 14:46 WITA

Samsat Rinjani Selong Lampaui Target, Setor Rp 83 Miliar ke Lombok Timur

Sabtu, 27 Desember 2025 - 15:39 WITA

Bapenda Lotim Pacu Realisasi, Target PAD Rp 557 Miliar Dikejar

Berita Terbaru