Sukamulia Siapkan 120 Pos PIN Polio untuk Imunisasi 6.017 Anak

Rabu, 10 Juli 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 Ilustrasi pos PIN Polio. (sumber: google)

 Ilustrasi pos PIN Polio. (sumber: google)

LOMBOKINI.com – Program Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio akan dimulai pada 23 Juli 2024. Di Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur, program ini menargetkan 6.017 anak berusia 0-7 tahun.

Camat Sukamulia, Lalu Rahiman Amry, menyatakan bahwa sebanyak 120 pos PIN Polio telah disediakan di Kecamatan Sukamulia untuk mencapai target tersebut.

“Sebanyak 6.017 anak usia PAUD dan sekolah dasar menjadi sasaran imunisasi Polio ini,” kata Rahiman, kepada lombokini.com, Rabu 10 Juli 2024.

Baca Juga :  RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026

“jumlah itu sudah ditetapkan pada rapat koordinasi di Puskesmas Sukamulia kemarian,”tambah dia.

Rahiman menjelaskan, bahwa pemberian imunisasi Polio akan dilakukan di dua tempat, yaitu di posyandu dan sekolah.

“Kami telah menyiapkan 120 pos PIN Polio, dengan 52 di posyandu dan sisanya di sekolah,”jelasnya.

Baca Juga :  LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS

Oleh karena itu, Rahiman mengajak seluruh masyarakat Sukamulia yang memiliki anak berusia 0-7 tahun untuk membawa anak mereka ke puskesmas atau posyandu agar dapat menerima imunisasi selama pelaksanaan PIN Polio.

Ia juga meminta para orang tua dan seluruh elemen di Sukamulia, termasuk media, untuk membantu menyebarkan informasi penting ini.***

Penulis : Ong

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS
Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan
Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario
RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026
333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG
Mahasiswa KKN ITSKes Muhammadiyah Selong Gelar Sosialisasi dan Pemberian Makanan Tambahan bagi 55 Balita Stunting
Seleksi Nakes Teladan Tingkat Provinsi NTB 2026, Lombok Timur Usung Tiga Inovasi Unggulan
Kejar Target UHC, Pemda Lotim Dorong Kepesertaan BPJS Kesehatan Segmen Pekerja

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:22 WITA

LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:29 WITA

Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

Rabu, 30 September 2026 - 15:19 WITA

RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026

Jumat, 11 September 2026 - 21:38 WITA

333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Berita Terbaru

Dr. Maharani, peneliti Lombok Research Center (LRC), memaparkan materi tentang penguatan kapasitas pemerintah desa dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Seco Cafe, PTC Pancor, Lombok Timur, Selasa (20/10/2026). (Foto: Lombokini.com)

Opini

Ketika Suhu Naik, Orang Miskin Membayar Harga Termahal

Rabu, 21 Okt 2026 - 08:44 WITA