Sudah Siap, Jalur Pendakian Gunung Rinjani Segera Dibuka

  • Whatsapp
Segara Anak dipuncak Gunung Rinjani. LK/Dolanyok

LOMBOKINI.com – Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani ( BTNGR ), Dedy Asriady mengatakan telah melakukan berbagai persiapan sebelum pembukaan jalur pendakian Gunung Rinjani, Lombok, NTB. Bahkan pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( LHK ) tinggal menunggu persetujuan dan arahan.

“Kami sudah melakukan berbagai persiapan sebelum pembukaan jalur pendakian, tinggal menunggu persetujuan dan arahan dari kementerian,” kata Kepala BTNGR, Dedy Asriady, di Mataram, Senin 15 Juni 2020 .

Berbagai persiapan yang dilakukan, seperti perbaikan enam jalur pendakian, yakni Sembalun, Timbanuh, Torean, dan Propok, di Kabupaten Lombok Timur. Selain itu, di Senaru, Kabupaten Lombok Utara, dan jalur pendakian Aik Berik di Kabupaten Lombok Tengah.

Perbaikan seluruh jalur pendakian tersebut sudah siap sejak akhir Maret 2020. Demikian juga dengan destinasi wisata nonpendakian, seperti air terjun Otak Kokoq, air terjun Jeruk Manis, Sebau, dan lainnya sudah siap.

Selain persiapan jalur pendakian, kata Dedy, pihaknya juga akan membahas finalisasi standar operasional prosedur (SOP) pendakian dan nonpendakian bersama para pihak terkait pada ahir bulan ini .

Baca Juga

BTNGR juga terus berkoordinasi terkait persiapan pembukaan jalur pendakian dengan Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Utara, serta tim gugus COVID-19 di daerah.

“Jika semua sudah final, kami akan laporkan ke KLHK untuk mendapatkan izin pembukaan jalur pendakian,” katanya.

BTNGR menutup sementara seluruh jalur pendakian Gunung Rinjani dan seluruh destinasi wisata non-pendakian yang berada di dalam kawasan taman nasional sejak 16 Maret 2020.

Penutupan itu dilakukan berdasarkan surat edaran KLHK, dan keputusan bersama Gubernur NTB, Bupati Lombok Timur, Bupati Lombok Tengah, dan Lombok Utara, yang bertujuan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang ditetapkan menjadi bencana non-alam secara nasional. LK

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *