RIRU BI NTB dan Akademisi STP Temui Wabup Lotim, Bahas Zona Investasi

  • Whatsapp
Perwakilan RIRU BI NTB, Supiandi dan akademisi Sekolah Tinggi Pariwisata ( STP ) Mataram pose bersama wakil Bupati Lotim, kepala Bappeda dan Kabag Ekonomi kabupaten Lombok Timur. LK/www.ntbpos.co.id

LOMBOKINI.com – Menjadi daerah penyangga KEK Mandalika, kabupaten Lombok Timur penting untuk menentukan zona investasi, baik pariwisata, pertanian, kelautan maupun industri sehingga arah pembangunan daerah menjadi terukur dan peningkatan ekonomi lebih baik lagi.

Akademisi Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram yang juga Ketua Litbang media online www.ntbpos.co.id, Putrawan Habibi dan Supiandi perwakilan Bank Indonesia ( BI ) Nusa tenggara Barat ( NTB ), melakukan Kunjungan silaturahmi ke pemerintah daerah Lombok Timur dan menemui Wakil Bupati Lombok Timur, H. Rumaksi SJ beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan itu, membahas kondisi ekonomi terkini dan langkah-langkah pembangunan yang akan dilakukan kedepan agar ekonomi Lombok Timur berjalan lebih baik lagi. Wakil bupati Lotim, H. Rumaksi didampingi Kepala Bappeda dan Kabag Ekonomi.

Putrawan Habibi mengatakan, Lombok Timur harus memiliki kawasan ekonomi dan investasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Karena menurutnya Lotim hingga saat ini masih urutan ke tiga dari bawah dibanding daerah lain di NTB.

” Lombok Timur memiliki potensi yang luar biasa baik Sumberdaya alam ( SDA ) maupun sumberdaya manusianya ( SDM ),” jelas Putrawan Habibi, seperti diberitakan www.ntbpos.co.id, Selasa, 16 Juni 2020.

Baca Juga

Putrawan menegaskan, konsep pengembangan kawasan ekonomi di Lotim tidak secara efektif dikembangkan, sehingga tidak pernah dapat diukur keberhasilannya.

Karena itu, kata dia, dibutuhkan model-model pengembangan ekonomi daerah dengan pendekatan kawasan andalan, yang memiliki konsep pengembangan yang terfokus dan terpadu, terutama berorientasi pada karakteristik potensi kawasan dan kemampuan pengembangan kawasan.

Menurut data dari BI NTB, per tahun 2019, Lombok Timur hanya menyumbang kurang dari 3 persen total Investasi manca negara (Foreign Direct Investment) dan kurang dari 10 persen total investasi domestik (Domestik direct Investment) di NTB.

” Lombok Timur memiliki potensi Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam yang tersedia baik. Ujar Supiandi Pemuda Lotim yang saat ini bekerja di Regional Inbestor Relation Unit (RIRU) BI NTB.

Sementara itu wakil Bupati Lombok Timur, H. Rumaksi menyambut baik kunjungan silaturahmi tersebut. Dirinya mengaku sangat senang jika ada anak-anak muda yang berpikir kemajuan daerah, apalagi berkontribusi pemikiran untuk memajukan daerah.

” Kita sangat bangga dan senang jika ada anak-anak muda kreatif dan mau berkontribusi dalam pemikirannya membangun daerah, dan kita selalu terbuka kepada siapa saja yang mau melakukan investasi di Lombok Timur,” kata Rumaksi.

Beberapa kawasan atau zona investasi yang rencananya akan dikembangkan di kabupaten Lombok Timur diantaranya, zona Kemaritiman dan Pariwisata Bahari di Lotim bagian selatan yakni daerah Jerowaru dan sekitarnya, zona Pertanian dan Ecowisata di Area Geopark Gunung Rinjani meliputi Sembalun, Suela dan sekitarnya, dan zona Industri dan Perumahan di wilayah Sambelia dan sekitarnya.

Pemda Lotim akan membentuk tim khusus yang bertugas menyusun masterplan kawasan ini terdiri dari unsur akademisi, pemda, pelaku usaha dan masyarakat. LK

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *