Proyek SPAM Sumur Tutuk Jerowaru Molor, Uji Fungsi Diundur

  • Whatsapp
Menara SPAM Tutuk, Jerowaru. LK/Andy

LOMBOKINI.com – Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang ada di Dusun Tutuk Desa Jerowaru Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, diberikan perpanjangan kontrak sampai 50 hari, karena tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak.

Proyek yang menghabiskan dana sebesar 4 Miliyar tersebut seharusnya sudah rampung bulan Desember 2019, namun sampai Februari 2020, progresnya baru mencapai 99,96 persen.

Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lombok Timur, Makripatullah mengakui hal tersebut, karena sesuai dengan kontrak, pekerjaan telah berakhir pada Desember 2019, akan tetapi berdasarkan Peraturan Presiden (PP), proyek tersebut diberikan perpanjangan waktu selama 50 hari.

“Pekerjaan kita tinggal 4 persen, tinggal melakukan koneksi antara air yang ada di kolam SPAM tutuk untuk kemudian di distribusi ke Desa Sekaroh, kita akan uji fungsi awal maret mendatang, kita sama-sama berdoa agar tidak mengalami kendala saat uji fungsi nanti” ungkap Makripatullah, Senin 17 Februari 2020.

Selanjutnya, Makrip juga menjelaskan bahwa di Tahun 2020, tidak ada lagi alokasi untuk pembangunan SPAM dari Pemerintah Daerah, karena pekerjaan SPAM tutuk tersebut akan dibantu dari Dana Alokasi Khusus ( DAK ) sebesar 1 Milyar.

Baca Juga

Kendati demikian, hingga Februari 2020, SPAM Tutuk terlihat belum juga dapat difungsikan sebagaimana yang diharapkan Bupati Lombok Timur saat kunjungannya ke Sumur Tutuk mendampingi Gubernur NTB pada Tanggal 7 Januari 2020 lalu.

Dalam kunjungan sebelumnya, Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy, menyampaikan, bahwa Pembangunan SPAM tersebut dihajatkan untuk menangani krisis air bersih di wilayah Kecamatan Jerowaru, dengan menggelontorkan dana sebesar 4 Miliyar dari APBD untuk pembangunan Tower setinggi 33 meter di atas Sumber Mata Air Lingkok Tutuk.

“Air yang ada di SPAM ini nantinya akan dialiri ke Desa Sekaroh melalui pipa besar” ujar Sukiman

Dari data yang dapat dihimpun media ini dari laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Lombok Timur, diketahui proyek tersebut mulai Penandatanganan Kontrak pada Tanggal 24 Juli 2019 sampai 18 Agustus 2019. LK

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *