Polwan Cantik Jadi Pagar Betis Aksi di Dinas Dikbud Lombok Timur

Kamis, 27 Juni 2024 - 10:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polwan Cantik jadi pagar betis massa aksi di pintu masuk Dinas Dikbud Lombok Timur. (foto: www.lombokini.com)

Polwan Cantik jadi pagar betis massa aksi di pintu masuk Dinas Dikbud Lombok Timur. (foto: www.lombokini.com)

Kehadiran sejumlah Polwan yang bertugas mengamankan jalannya aksi AlPA di Dinas Dikbud Lombok Timur, memberikan kesan tersendiri bagi para demonstran dan pengguna jalan.

LOMBOKini.com – Sebuah aksi demonstrasi yang digelar di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur menarik perhatian publik bukan hanya karena tuntutan yang disuarakan, tetapi juga karena kehadiran sejumlah polisi wanita (Polwan) yang bertugas mengamankan jalannya aksi Aliansi Pemuda Aktivis (ALPA), Kamis 27 Juni 2024.

Baca Juga :  Bupati Lombok Timur Perpanjang Kontrak 258 PPPK dan Buka Peluang Jabatan Strategis

Para Polwan cantik ini menjadi pagar betis, memberikan kesan tersendiri bagi para peserta aksi dan masyarakat pengguna jalan.

Aksi yang diikuti oleh puluhan demonstran tersebut menuntut oknum Kepala Sekolah Negeri 2 Kalijaga, Kecamatan Lenek untuk di copot dan mengevaluasi kinerja Pejabat Dikbud Lombok Timir.

Para demonstran membawa berbagai spanduk dan poster berisi tuntutan mereka, serta menyuarakan aspirasi mereka dengan damai.

Dari pantauan lombokini.com, kehadiran Polwan cantik yang membentuk pagar Betis persis dipintu masuk kantor Dikbud memberikan pengaruh pada aksi.

Baca Juga :  Satreskrim Polres Lombok Timur Tangkap Dua Remaja Penyebar Video Porno

Meski sempat bersitegang dengan massa aksi, para Polwan ini terlihat humanis, menunjukkan empati dan profesionalisme yang tinggi.

“Kami di sini untuk memastikan aksi berjalan dengan aman dan damai,” ujar salah satu Polwan yang bertugas.

Aksi demonstrasi tersebut berakhir dengan damai tanpa insiden yang berarti, dan para demonstran berpindah setelah menyampaikan aspirasi mereka. (lk)

Penulis : Ong

Editor : Redaksi

Berita Terkait

HET Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Dinas Pertanian Lombok Timur Beri Peringatan Keras ke Pengecer
Wali Murid Dilibatkan Awasi Program Makan Bergizi Gratis Lombok Timur
Warga Desa Gelora Protes Infrastruktur Listrik: Suara Azan Masjid Tak Jelas akibat Daya ‘Tak Muat’
Sekda Lombok Timur Apresiasi Gerakan Pemuda Selatan
IKP Labuhan Haji dan Pemda Lotim Berseteru Soal Pengelolaan Sunrise Land Lombok
Distan Lotim Imbau Petani Antisipasi Genangan Air Akibat Hujan Lebat
PMII Lotim Kembali Tuntut Kejelasan Dugaan Keracunan Siswa Program MBG
Oknum Catut Nama Kadis Pertanian Lotim untuk Memeras Pengecer Pupuk Bersubsidi

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 18:08 WITA

Unram Pilih Prof. Sukardi sebagai Rektor Periode 2026-2030

Rabu, 7 Januari 2026 - 11:13 WITA

Lima Mahasiswa Unram Raih Juara Nasional Kompetisi Inovasi Digital Budaya

Jumat, 2 Januari 2026 - 13:25 WITA

Dikbud Lotim Tetapkan 6 Januari 2026, Hari Pertama Masuk Sekolah

Senin, 29 Desember 2025 - 21:56 WITA

Institut Elkatari Wisuda 200 Lulusan dengan Ritual Adat Sasak

Senin, 22 Desember 2025 - 23:54 WITA

HMPS Informatika Universitas Hamzanwadi Gelar Informatika Festival 2025,Dorong Generasi Muda Kuasai Skill Digital

Sabtu, 20 Desember 2025 - 10:53 WITA

Tim Adiwiyata Verifikasi SDN 3 Batu Putik untuk Wujudkan Pendidikan SA-SQ Terpadu

Kamis, 18 Desember 2025 - 22:27 WITA

HMPSI FT Universitas Hamzanwadi Resmi Buka Informatika Festival 2025, Wadah Kolaborasi dan Inovasi Teknologi

Minggu, 7 Desember 2025 - 21:29 WITA

HMPS Teknik Komputer Gelar Seminar, Motivasi Mahasiswa Jadi Pengusaha Muda Berbasis Teknologi

Berita Terbaru

Anggota DPRD dan Pemkab Lombok Timur mengevaluasi satu tahun Program Makanan Gratis (MBG), Senin 19 Januari 2026. (Foto: Lombokini.com).

Lombok Timur

Wali Murid Dilibatkan Awasi Program Makan Bergizi Gratis Lombok Timur

Senin, 19 Jan 2026 - 16:53 WITA

Watak Jahat Mengurus Kebudayaan. (Foto: Lombokini.com).

Opini

Watak Jahat Mengurus Kebudayaan

Minggu, 18 Jan 2026 - 11:18 WITA