Persatuan Guru NW Gencarkan Stop Stunting 

Rabu, 8 November 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Berlangsung sosialisasi stop stunting di Ponpes YANMU NW Peraya, Lombok Tengah. (foto:istimewa) 

Berlangsung sosialisasi stop stunting di Ponpes YANMU NW Peraya, Lombok Tengah. (foto:istimewa) 

LOMBOKINI.com – Persatuan Guru Nahdlatul Wathan (PGNW), terus melakukan sosialisasi stop stanting. Kali ini bergeser ke Lombok Tengah, di Ponpes YANMU NW Praya.

Sosialisasi stop stunting ini merupakan kegiatan ke-11 kalinya, bekerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi NTB.

Pimpinan Pusat PGNW, Lale Yaqutunnafis, menyampaikan, sosialisasi stop stunting yang menyasar guru di sekolah-sekolah dinilai langkah yang tepat.

“Guru merupakan orang tua kedua bagi murid-murid. Guru bisa menyampaikan langsung kepada siswa tetang hasil sosialisasi yang diterimanya,” ujar Lale, melalui keterangan resminya, Rabu, 8 November 2023.

Baca Juga :  Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan

Sosialisasi stop stunting melalui lini pendidikan, diharapkan para guru dapat lebih memahami dan menerapkan tetang pola asuh yang baik pada masa 1000 hari pertama kehidupan.

Selain itu, menjaga kesehatan seperti mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang untuk mencegah stunting.

Baca Juga :  LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS

Begitu pula dengan remaja tentu harus tahu cara mempersiapkan diri dengan matang, tidak menikah di usia dini.

“Menghindari pernikahan usia dini salah satu cara mencegah stunting,” kata Samsul Anam, selalu ketua Pokja Remaja.

Dalam kesempatan itu pula, Lale Yaqutunnafis mengajak para santri dan guru untuk menyumbang masing-masing satu butir telur.

Telur ini, kemudian nantinya akan disumbangkan kepada keluarga yang berisiko stunting.*

Penulis : Ong

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS
Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan
Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario
RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026
333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG
Mahasiswa KKN ITSKes Muhammadiyah Selong Gelar Sosialisasi dan Pemberian Makanan Tambahan bagi 55 Balita Stunting
Seleksi Nakes Teladan Tingkat Provinsi NTB 2026, Lombok Timur Usung Tiga Inovasi Unggulan
Kejar Target UHC, Pemda Lotim Dorong Kepesertaan BPJS Kesehatan Segmen Pekerja

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:22 WITA

LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:29 WITA

Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

Rabu, 30 September 2026 - 15:19 WITA

RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026

Jumat, 11 September 2026 - 21:38 WITA

333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA