Peninggalan Sejarah Berharga Kerajaan Mataram Akan Dipamerkan di NTB

Sabtu, 29 Juli 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Museum Negeri NTB, Ahmad Nuralam . ( Foto : ntbprov.go.id )

Kepala Museum Negeri NTB, Ahmad Nuralam . ( Foto : ntbprov.go.id )

“Ratusan artefak dan benda pusaka bernilai tinggi, yang menjadi harta karun Lombok, kini diharapkan dapat dipamerkan di wilayah tersebut”

LOMBOKINI.com – Antusiasme dan aspirasi tinggi dari masyarakat NTB, terutama Pulau Lombok, dalam menyaksikan peninggalan-peninggalan bersejarah Kerajaan Mataram yang pernah berjaya di Lombok menjadi sorotan.

Ratusan artefak dan benda pusaka bernilai tinggi, yang menjadi harta karun Lombok, kini diharapkan dapat dipamerkan di wilayah Lombok, NTB.

Pemerintah Pusat telah menyatakan dukungannya untuk rencana ini dan berkomitmen untuk mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca Juga :  Guru Lauq Indonesia dan Repoq Literasi Luncurkan Program Belajar Aksara Sasak

Mereka berjanji bahwa suatu saat nanti, benda-benda sejarah bernilai triliunan tersebut akan dipamerkan di NTB.

Ahmad Nuralam, Kepala Museum Negeri NTB, yang ditemui di ruang kerjanya pada Jumat (28/7/2023), membenarkan semakin derasnya aspirasi masyarakat Lombok dalam menginginkan kesempatan untuk menyaksikan secara dekat peninggalan bersejarah tersebut.

Nuralam menyatakan bahwa masyarakat NTB juga berharap agar benda-benda bersejarah itu dapat dijadikan bahan kajian dan penelitian oleh para akademisi dan masyarakat setempat, guna memahami lebih dalam tentang peradaban dan budaya masa lalu.

Baca Juga :  Dekan FH Unram Tegaskan Komisaris BUMD Tak Boleh Berstatus Fungsionaris Partai

Rencananya, benda-benda bersejarah ini akan dipamerkan dalam pameran keliling di sejumlah lokasi yang tepat di Lombok, seperti Lombok Eficentrum Mall (LEM) atau Museum Negeri Mataram.

Bahkan, Museum Nasional juga berencana meminjamkan koleksi-koleksi tersebut kepada Pemerintah Provinsi NTB agar dapat dinikmati oleh masyarakat setempat.

Nuralam berharap agar proses pengembalian benda-benda bersejarah tersebut segera tuntas, sejalan dengan pemikiran Eropa, termasuk di Belanda, yang cenderung mengembalikan barang-barang jarahan ke negara asalnya jika diambil dengan cara yang tidak layak, seperti dicuri atau diambil secara tidak sah. ***

Sumber Berita: ntbprov.go.id

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LKKS NTB Perkuat Kapasitas Penerima Manfaat Desa Berdaya di Pijot, Dorong Usaha Naik Kelas dan Keluar dari Kemiskinan Ekstrem
Guru Lauq Indonesia dan Repoq Literasi Luncurkan Program Belajar Aksara Sasak
AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan
Dekan FH Unram Tegaskan Komisaris BUMD Tak Boleh Berstatus Fungsionaris Partai
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG
Performance Studies Mempersoalkan Tubuh, Bukan Mempersembahkan Tubuh
Wilayah Wisata Sembalun Diakui UNESCO, tapi Sembalun Bumbung Kurang Diperhatikan Pemerintah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:48 WITA

LKKS NTB Perkuat Kapasitas Penerima Manfaat Desa Berdaya di Pijot, Dorong Usaha Naik Kelas dan Keluar dari Kemiskinan Ekstrem

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:57 WITA

Guru Lauq Indonesia dan Repoq Literasi Luncurkan Program Belajar Aksara Sasak

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:19 WITA

AMAN Desak Perda Masyarakat Adat Lombok Timur Segera Diimplementasikan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:42 WITA

Dekan FH Unram Tegaskan Komisaris BUMD Tak Boleh Berstatus Fungsionaris Partai

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Berita Terbaru

Dr. Maharani, peneliti Lombok Research Center (LRC), memaparkan materi tentang penguatan kapasitas pemerintah desa dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Seco Cafe, PTC Pancor, Lombok Timur, Selasa (20/10/2026). (Foto: Lombokini.com)

Opini

Ketika Suhu Naik, Orang Miskin Membayar Harga Termahal

Rabu, 21 Okt 2026 - 08:44 WITA