Penghujung 2023, Pemda Lotim Tertantang dengan Pekerjaan Rumah yang Serius

Minggu, 31 Desember 2023 - 22:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas DP3AKB Lotim, H. Ahmat, saat mengisi acara Pojok Jurnalis di Sunrise Land Lombok (SLL),  Labuhan Haji. (Photo:Ong)

Kepala Dinas DP3AKB Lotim, H. Ahmat, saat mengisi acara Pojok Jurnalis di Sunrise Land Lombok (SLL),  Labuhan Haji. (Photo:Ong)

LOMBOKINI.com — Menutup tahun 2023, Pemerintan Daerah Lombok Timur (Pemda Lotim), tertantang dengan pekerjaan rumah yang serius, terutama penurunan stunting yang masih menjadi perhatian utama.

Bonus demografi, jika tidak dikelola dengan cermat, dapat menjadi ancaman serius mengingat masalah stunting dan gizi buruk masih merajalela.

Sebab masalah stunting dan gizi buruk belum sepenuhnya teratasi dengan baik, karena kualitas sumber daya manusianya dan pengetahuan masyarakat.

Selain itu, data yang simpang siur antara Pemerintah Desa, Puskesmas, dan UPTD DP3AKB serta jenis bantuan makanan yang diberikan oleh pemerintah kepada mereka yang dianggap memiliki resiko stunting.

Baca Juga :  Sukses Digelar, Bupati Lombok Timur Dorong Festival Peresean Kembang Kuning Diadakan 4 Kali Setahun

Hal tersebut terungkap dalam acara Pojok Jurnalis, bertajuk “Peran Jurnalis dalam Kampanye Penurunan Stunting”, yang diselenggarakan oleh Forum Jurnalis Lombok Timur (FJLT) di Sunrise Land Lombok (SLL) Labuhan Haji, pada Minggu (31/12/2023).

Berangkat dari permasalahan tersebut, FJLT dan Kepala Dinas DP3AKB Lotim, berkomitmen akan menggelar road show ke desa-desa yang resiko stunting tinggi.

Kepala Dinas DP3AKB Lotim, H. Ahmat, menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi FJLT, dalam rangka mengkampanyekan stunting. “Kami akan fasilitasi apa saja,”tungkasnya.

Road show perdana di tahun 2024 akan fokus pada desa-desa dengan tingkat pemahaman rendah mengenai stunting. Pemilihan lokasi pertama dipercayakan kepada jurnalis, yang dianggap paham kondisi di lapangan.

Baca Juga :  Kabut Tebal Tunda Evakuasi Helikopter Pendaki Malaysia Cedera Tulang Belakang di Rinjani

“Kawan-kawan jurnalis yang lebih memahami, silahkan ke desa mana saja tempat diselenggarakannya nanti,” kata H. Ahmat.

Road show ini tidak hanya memberikan pemahaman tentang stunting, tetapi juga melibatkan kegiatan bakti sosial untuk ibu hamil dan anak yang berisiko stunting.

Komitmen dan kolaborasi antara media, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci untuk mengatasi tantangan serius ini dan memastikan bonus demografi berkembang menjadi potensi positif bagi Lombok Timur.***

Penulis : Ong

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Pemkab, DPRD, dan FKKD Sepakati Pilkades Serentak Lombok Timur Digelar 27 Januari 2027
DPRD Sebut Pelayanan Kesehatan di Lombok Timur Masih Jauh dari Ideal
Dorong Penguatan UMKM dan Ekonomi Kreatif, Wabup Edwin Buka Festival Muharram 1448 H di GOR Lalu Muslihin
Komisi IV DPRD Soroti ‘Darurat Data’ Infrastruktur, Anggaran Lombok Timur Terancam Meleset
Warga Suryawangi Tutup Paksa Tambang Galian C Ilegal
PDAM Lombok Timur Ungguli BUMD Lain dalam Kepuasan Publik
BPS Awali Sensus Ekonomi 2026 dengan Mendata Bupati Lombok Timur sebagai Contoh
Meriah dan Bermakna, 1.448 Dulang Tembolak Beak Semarakkan Festival Muharram Lombok Timur

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:43 WITA

Penderitaan Modern di Era AI: Manusia dan Realitas Palsu, Sastra sebagai Penawarnya

Berita Terbaru