Pelepasan Siswa Kelas VI SDN 3 Lenek Daya, Sakral dan Mengagumkan

Kamis, 20 Juni 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Musik Kecimol mengringi tarian yang dipersembahkan oleh siswa SDN 3 Lenek Daya. (foto: www.lombokini.com)

Musik Kecimol mengringi tarian yang dipersembahkan oleh siswa SDN 3 Lenek Daya. (foto: www.lombokini.com)

LOMBOKINI.com Perpisahan sekolah merupakan momen bagi murid tingkat akhir untuk berpamitan setelah menyelesaikan pendidikan, memberikan kesan yang berarti bagi siswa yang lulus.

Seperti halnya di SDN 3 Lenek Daya di Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur, NTB, mengadakan acara pelepasan dan tasyakuran siswa kelas VI tahun ajaran 2023/2024 pada Kamis, 20 Juni 2024. Acara ini mengusung tema “Generasi Cinta Penerus Budaya”.

Pelepasan dan tasyakuran di SDN 3 Lenek Daya diwarnai dengan nuansa tradisional. Para siswa menampilkan bakat mereka melalui pentas seni tari kreasi dan mengenakan pakaian tradisional dari kelas 1 hingga kelas VI yang lulus.

Sebelumnya, para siswa diarak dengan iringan musik Kecimol khas Lenek menuju lokasi acara di SDN 3 Lenek Daya.

Kecimol adalah atraksi budaya hasil kreativitas seniman Sasak. Nama Kecimol berasal dari seorang seniman gambus bernama Loq Cimol yang melakukan tur keliling Desa Lenek, Lombok Timur pada masanya.

Baca Juga :  Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun

Kepala Sekolah SDN 3 Lenek Daya, Nurhidayati, M.Pd, menjelaskan alasan pengambilan tema “Generasi Cinta Penerus Budaya”. Ia mengatakan Lenek adalah desa budaya yang dikenal dengan musik tradisional Kecimol dan kain tenun.

Untuk melestarikannya, para siswa menampilkan sejumlah tari tradisional yang disaksikan langsung oleh stakeholder terkait, termasuk Dinas Pariwisata. Harapannya, orang tua murid semakin mempercayai tenaga pendidik di SDN 3 Lenek Daya.

“Kegiatan ini adalah bukti bahwa peserta didik kami mencintai budaya,” ujar Nurhidayati.

“Melalui kegiatan ini juga, kita perkenalkan tradisi di Lenek yang perlahan-lahan dilupakan. Lenek adalah rumah kain tenun yang tidak kalah dengan Pringgasela,” sambungnya.

Selain itu, kreasi budaya yang ditampilkan siswa diharapkan dapat dikenal oleh masyarakat luas, yang pada akhirnya berimbas positif pada ekonomi masyarakat Lenek.

“Lenek memiliki potensi budaya luar biasa. Melalui kegiatan ini, harapan kami juga agar ekonomi masyarakat Lenek meningkat,” harap Nurhidayati.

Lebih lanjut, kegiatan perpisahan ini juga menjadi pemantik minat masyarakat setempat untuk menyekolahkan anak mereka di SDN 3 Lenek Daya. “Tahun ini, baru saja kami membuka penerimaan siswa baru, sudah ada 40 pendaftar,” ungkap Nurhidayah.

Baca Juga :  Lapas Selong Beri Remisi kepada 362 Warga Binaan di HUT ke-81 RI

“Tahun sebelumnya juga, setelah kami mengadakan kegiatan serupa, jumlah siswa kami semakin bertambah,” tambahnya.

Pelepasan dan tasyakuran siswa SDN 3 Lenek Daya yang penuh nuansa tradisional ini disambut antusias oleh para orang tua siswa, salah satunya Pak Sukiman.

Ia mengatakan, rangkaian acara ini dapat menjadi penyemangat bagi orang tua untuk mendorong pendidikan anak ke jenjang lebih tinggi.

“Kegiatan seperti ini lebih baik daripada perpisahan yang dilakukan dengan liburan,” ujar Sukiman.

Menurutnya, mengajak orang tua murid berlibur dalam rangka perpisahan membutuhkan biaya besar dan hanya memberikan kesenangan sesaat.

“Beda dengan menampilkan kreasi anak, kegiatan ini dapat menyulut semangat anak dalam mengembangkan minat dan kreasi budaya,” terangnya. (lk)

Penulis : Ong

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan
Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun
Pemerintah Saling Tuding Soal Carut-Marut Data Desil, Masyarakat Harus ke Mana?
Buka FTBI 2026 Selong: Dikbud Tegaskan Larangan Siswa Bawa Motor dan Angin Segar Bagi 4.889 Guru Paruh Waktu
Dukung Edaran Dikbud, Satlantas Polres Lotim Siap Tertibkan Pelajar Pengendara Motor
Melalui FTBI 2026, Dikbud Lombok Timur Bentengi Bahasa Sasak dari Arus Modernisasi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 22:05 WITA

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Rabu, 9 September 2026 - 18:38 WITA

DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar

Rabu, 9 September 2026 - 14:14 WITA

Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Selasa, 8 September 2026 - 14:42 WITA

Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun

Selasa, 8 September 2026 - 06:24 WITA

Pemerintah Saling Tuding Soal Carut-Marut Data Desil, Masyarakat Harus ke Mana?

Berita Terbaru

Anggota DPRD Lombok Timur YS Diduga Pamer Miras di Media Sosial, Perindo Beri Teguran Keras. (Foto: Lombokini.com/Tangkapan Layar)

Gaya Hidup

Perindo Tegur Keras Anggota DPRD Lotim YS Usai Story Botol Miras

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:31 WITA

Anggota DPRD Lombok Timur dari PAN, Ir. Baidullah. (Foto: Lombokini.com)

Lombok Timur

DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar

Rabu, 9 Sep 2026 - 18:38 WITA