Ngeyel Tak Bayar Pajak, Tambang Pasir di Lenek Disegel Petugas

Senin, 25 Maret 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Terpadu saat dilokasi tambang pasir di wilayah Lenek Lauk yang disegel. (Sumber:istimewa)

Tim Terpadu saat dilokasi tambang pasir di wilayah Lenek Lauk yang disegel. (Sumber:istimewa)

LOMBOKINI.com – Pemilik Galian C atau Tambang di wilayah Lenek Daya, Kecamatan Lenek, Lombok Timur (Lotim) terpaksa gigit jari.

Usaha yang dikelola berupa tambang pasir ini, terpaksa ditutup Pemerintah Daerah (Pemda) Lotim.

Penutupan ini dieksekusi langsung oleh Tim Terpadu beranggotakan Bapenda Lotim, Satpol PP, Polri dan TNI pada Senin 25 Maret 2024.

Baca Juga :  DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Kepala Bapenda Lotim, Muksin berada di lokasi bersama tim menjelaskan bahwa, penutupan ini dilakukan karena penambang tidak taat pajak.

Galian C milik Imam Taqwa ini telah nunggak bayar pajak selama tiga bulan. Bahkan diduga tidak berizin atau tambang Ilegal.

Baca Juga :  DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional

“Karena tidak patuh dan taat bayar pajak, terpaksa di tutup dan disegel petugas,”ungkap Muksin.

Lebih lanjut, aturan tegas berupa penutupan dan penyegelan ini berlaku ke pengusaha galian lainnya.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pendapatan daerah bersumber dari kekayaan alam, yang diambil kemudian dijual.***

Penulis : Ong

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas
DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
Warga Ekas Buana Gelar Aksi, Soroti Dugaan Hubungan Sekdes dengan Perempuan hingga Hamil di Luar Nikah
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:31 WITA

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Rabu, 30 September 2026 - 20:30 WITA

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Rabu, 23 September 2026 - 20:56 WITA

Warga Ekas Buana Gelar Aksi, Soroti Dugaan Hubungan Sekdes dengan Perempuan hingga Hamil di Luar Nikah

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA