Mutasi, Bupati Lotim (HM. Sukiman Azmy) Mulai Lepas dari Belenggu

  • Whatsapp
Foto : Ilustrasi

Oleh : Judan Putrabaya

Mutasi jabatan dilingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur tanggal 22 Juli 2020 yang dilakukan oleh Bupati Lombok Timur H. M. Sukiman Azmy mulai menunjukkan Taringnya sebagai pejabat Publik yang dipilih langsung oleh Rakyat Lombok Timur.

Memperhatikan Komposisi Pejabat dan Jabatannya terlihat telah memenuhi harapan Publik. Telah menjadi rahasia umum bahwa Penempatan Pejabat melalui Mutasi yang dilakukan selama ini adalah hanya untuk memenuhi syahwat para Timses, akibatnya Lombok Timur selama masa pemerintahan Sukiman-Rumaksi mengalami kemunduran yang luar biasa.

Pondasi positrif yang ditinggalkan pendahulunya ( H. Moch. Ali BD ) gagal di optimalkan oleh pemerintahan Sukiaman-Rumaksi. Hal ini tidak mengherankan karena Punggawa-punggawa yang menempati jabatan-jabatan Strategis diisi oleh mereka yang sama sekali tidak memiliki kualifikasi dengan jabatan yang diembannya.

Tanpa menampikkan peran Timses saat pemilu dalam menggolkan pasangan Sukiman-Rumaksi ( SUKMA ) Peran Timses itu besar, namun Peran Rakyat selaku pemegang Kedaulatan jauh lebih besar. Karena rakyat memiliki Cameisteri dengan pasangan yang diusung yang menjadi Faktor Utama terpilihnya pasangan Calon. Rakyat merasa yakin bahwa pasangan Sukiman – Rumaksi akan mampu memajukan dan mensejahterakan Rakyat Lombok Timur.

Baca Juga

Kini amanah itu telah diberikan oleh Rakyat Lombok Timur pada Sukiman-Rumaksi. Adalah tidak boleh lagi ada alasan lain dalam upaya memajukan Lotim melalui penempatan Pejabat di lingkungan Pemda Lotim kecuali karena Mereka punya kecakapan, punya keahlian dan kemampuan sesuai bidangnya, bukan karena ia Timses, keluarga, kroni dsb, dan jangan pula karena Like is Dislike.

Rakyat selaku pemilik kedaulatan tidak pernah meminta Posisi dan Jabatan apalagi meminta fasilitas (Uang), yang rakyat Tunggu adalah Pelayanan maksimal, pembangunan yang berkeadilan serta kemudahan dalam melaksanakan usaha-usaha Mikro dalam kata Kebijakan-kebijakan yang Pro Rakyat bukan Pro pada pengusaha-pengusaha besar.

H. Sukiman Azmy selaku Bupati harus menyadari bahwa dalam dirinya ada kekuatan Besar yang telah diberikan rakyat, oleh karena pada pemberi mandatlah seharusnya Bupati Sukiman tunduk bukan pada selain itu. Tunduknya seorang pejabat pada pemberi mandat akan Nampak pada Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkannya termasuk keputusan dalam menempatkan pejabat-pejabat Publik.

Apa yang dilakukan oleh Bupati Lotim ( H. Sukiman Azmy ) saat mutasi Pejabat dalam lingkup Pemda Lotim hari Rabu, 22 Juli 2020 mulai mengindikasikan bahwa Bupati Lotim telah mulai Tunduk Pada Rakyat Lotim ( Berani lepas dari Belenggu) karena beberapa pejabat yang ditempatkan senapas dengan harapan Publik, sebut saja Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur ( Ahmad Dewanto Hadi ) yang sebelumnya kepala Bappeda Lotim adalah Sosok yang Sarat pengalaman birokrasi dan handal dalam perencanaan, begitu pula dengan Bq Miftahul Wasli sebagai Kepala Bappeda adalah juga Sosok yang sangat berpengalaman dan begitu pula dengan yang lainnya.

Harapan kita semua adalah Bupati Lotim ( H. Sukiman ) harus berani melakukan langkah-langkah Luar biasa dalam pengisian posisi dan jabatan dengan prinsif the righ man on the righ plies, hal ini guna memacu kemajuan Lotim dalam segala bidang disisa-sia masa Jabatannya sebagai Bupati dan wakil Bupati Lombok Timur.

Penulis adalah Ketua Pusat Studi dan Kajian Pusaka ( PUSAKANDA LOTIM )

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *