Pertama di Lotim, LKSA Al-Anshori Jerowaru Gelar Kegiatan Pengutan Keluarga Disabilitas

  • Whatsapp

Ketua LKSA Al-Anshori Jerowaru, Nur Fitriani, S. Pd menyampaikan rasa terimaksihnya pada saat sambutan . [ Foto : Suandi Yusuf / LK ]
LOMBOKINI – Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak ( LKSA ) Al-Anshori Jerowaru Desa Jerowaru Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur, NTB melakukan kegiatan Temu Penguatan Kapabilitas dan Tanggungjawab Sosial Anak ( PKA ) dengan menghadirkan orang tua atau wali dari anak-anak penyandang Disabilitas yang ada di Kecamatan Jerowaru, Jumat, 3 Januari 2020.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan penguatan dan motivasi terhadap keluarga penyandang Disabilitas dalam menjaga,merawat dan mendidik keluarganya yang memiliki kekurangan secara fisik dan mental.

Kepala Dinas Sosial Lombok Timur, melalui Kabid Rehabilitasi Sosial Edi Supriyetno berharap, di Tahun 2020 ini kita bisa tingkatkan kegiatan Sosial serta ucapan terimaksih kepada Kepala Desa Jerowaru yang sangat antusias dalam penanganan kesejahteraan sosial dan berharap Alokasi Dana Desa ( ADD ) tahun 2020 bisa dimaksimalkan untuk kegiatan sosial walaupun hanya 20%.

“LKSA Al-Anshori merupakan pioner yang ada di Lombok Timur untuk kegiatan Sosial, saya juga berterimakasih kepada semua pengurus LKSA Al-Anshori yang sudah peduli terhadap Desa Jerowaru dan Kecamatan Jerowaru pada umumnya dalan semua kegiatan sosialnya,” kata Edy dalam sambutannya .

Kegiatan penguatan keluarga bagi anak Disabilitas itu dibuka dengan ucapan Basmalah. ” Ini merupakan yang pertamakali di selenggarakan di Kabupaten Lombok Timur,” demikian Edy Supriyetno .

Baca Juga

Foto bersama penyandang disabilitas dan orang tua beserta seluruh pengurus LKSA Al-Anshori dan Dinas Sosial . [ Suandi Yusuf / LK ]
Pada kesempatan yang sama, Ketua LKSA Al-Anshori Nur Fitriani, S. Pd menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementrian Sosial RI, Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak atas perhatiannya dalam memberikan kami program sosial, serta ucapan syukur kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten melalui Dinas Sosial dan Baznas serta Pemerintah Desa atas segala dukungannya kepada LKSA Al-Anshori.

“Kita mengakomodir anak di dalam dan diluar Panti sejumlah 90 orang yang berasal dari Kecamatan Jerowaru dan 2 Desa di Kecamatan Keruak, tujuannya supaya mereka mendapatkan perhatian dan perlakuan yang sama sehingga mereka merasakan hak yang sama dari masyarakat dan pemerintah” Ungkapnya

Selain itu, lanjut Fitriani , sebanyak 57 anak dan 33 dewasa penyandang Disabilitas dibawah naungan LKSA Al-Anshori berharap Program dari Kemensos yang di akomodir melalui Basis Data Terpadu ( BDT ) dan Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation ( SIKS-NG) bisa di tingkatkan.

Dalam kegiatan tersebut, Nur Fitriani sekaligus Sekjen Forum Informasi dan Komunikasi LKS Kabupaten Lombok Timur menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus Baznas Kabupaten Lombok Timur yang baru saja dilantik, dirinya berharap Baznas lebih baik lagi kedepan.

“Siapapun yang menjadi ketua, supaya lebih peduli terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial ( PPKS ) yang ada di Lombok Timur,” harapnya.

Sementara itu, Silviana orang tua dari M.Rifki Aditya salah satu anak penyandang Disabilitas yang berasal dari Kaliwangkong Desa Sukaraja Kecamatan Jerowaru mengatakan, sangat bersyukur dan medukung kegiatan sosial seperti ini.

“Kami merasa sangat terbantu dan diperhatikan dalam mengurus dan mengasuh anak kami yang mengalami kekurangan, semoga pemerintah melalui lembaga Al-Anshori ini tetap membantu kami,” harapnya

Dengan penuh kegembiraan, sambil menggendong anaknya Ia menceritakan, bahwa anaknya mengalami keterbelakangan mental, satu jam setelah dilahirkan, namun dirinya tetap bersyukur dan menerima titipan yang diberikan oleh Tuhan untuknya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman tentang bagaimana mengasuh dan mendidik anak yang memiliki kebutuhan khusus dalam menghadapi zaman milenial yang dapat menghancurkan masa depan anak jika tidak disertai dengan kontrol dari orang tua.

Zulkarnaen, seorang Magister Psikologi menjelaskan dampak negatif penggunaan Handphone terhadap masa depan anak yang sering bermain game tanpa pengawasan dari orang tua.

“Jika anak dibiarkan memegang Hp, apalagi bermain game tanpa pengawasan, tentu anak kita akan kecanduan, apabila sudah ketergantungan game, secara tidak sadar anak itu akan mengalami penyusutan sistem kinerja otak sebanyak 4,4 % dan itu akan mempengaruhi psikologi dan prilaku anak dalam kehidupan sosialnya” Terang pemuda yang akrab dipanggil Jojon itu.

Dalam kesempatan itu, hadir juga Kepala Seksi Anak dan Lanjut Usia, Ketua Forum Komunikasi dan Informasi LKS Lombok Timur beserta jajarannya.

Usai kegiatan, para peserta di berikan bingkisan dan transportasi sebagai bentuk bantuan dari LKSA Al-Anshori kepada keluarga penyandang Disabilitas.

Penyerahan santunan secara simbolis oleh Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Lombok Timur Edy Supriyetno kepada perwakilan anak penyandang disabilitas didampingi ketua LKSA Al-Anshori Nur Fitriani. [ Foto: Suandi Yusuf / LK ]
[ * / Adv ]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *