Ketua DPR RI Dorong RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak

Senin, 24 Juli 2023 - 20:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPR RI, Dr. (H.C.) Puan Maharani. (dpr.go.id)

Ketua DPR RI, Dr. (H.C.) Puan Maharani. (dpr.go.id)

LOMBOKINI.com Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2023, isu kesehatan mental anak menjadi perhatian utama bagi Ketua DPR RI, Dr. (H.C.) Puan Maharani. Selama ini, kesehatan mental anak belum mendapatkan perhatian yang cukup dari masyarakat, padahal hal ini sangat penting dalam tumbuh kembang anak sebagai tunas penerus bangsa.

Puan menyadari bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi negara dalam menciptakan generasi masa depan yang berkualitas. Oleh karena itu, dirinya menekankan pentingnya Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA) sebagai RUU Inisiatif DPR. RUU ini diharapkan dapat mendukung perbaikan kualitas anak Indonesia, terutama dari kalangan kurang mampu.

“DPR juga mendorong pemerintah untuk bekerja sama dengan stakeholder terkait dalam memperkuat sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai isu kesehatan mental anak, “kata Puan dalam keterangan resminya pada Senin, 24 Juli 2023

Dia mengungkapkan bahwa orang tua harus dibantu pemerintah dalam mengupayakan tumbuh kembang maksimal pada anak, salah satunya dengan memberikan gizi seimbang mulai dari kandungan hingga 1.000 hari pertama setelah melahirkan.

Dalam tema ‘Anak Terlindungi, Indonesia Maju’ pada HAN 2023, Pemerintah Indonesia diingatkan untuk menciptakan lingkungan yang baik bagi anak-anak di seluruh pelosok negeri. Dukungan kesehatan dan pola asuh yang optimal diperlukan agar anak-anak Indonesia terlindungi.

Baca Juga :  Pertamina Pastikan Stok Pertalite Cukup dan Distribusi Normal

Puan menegaskan, bahwa RUU KIA sangat penting karena memahami bahwa perkembangan anak tidak terlepas dari peran ibu. Ia berharap RUU tersebut dapat segera terealisasi menjadi undang-undang dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk kalangan industri.

Salah satunya dengan memberikan kesempatan bagi ibu bekerja untuk memiliki ruang menjalankan perannya dalam memberikan pengasuhan terbaik bagi anak sambil menjalankan tanggung jawabnya sebagai pekerja.

Menjaga kesehatan mental anak adalah tantangan bersama. Puan pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bergotong-royong menciptakan lingkungan aman bagi anak-anak, tidak hanya dari kekerasan fisik tetapi juga psikis.

“Setiap orang tua untuk terus memperkaya wawasan mengenai tumbuh kembang anak, baik secara psikis maupun mental, karena pola asuh yang baik akan mempengaruhi karakter anak di masa depan,” terangnya.

Selain itu, Puan juga mengingatkan tentang hak pendidikan bagi anak yang harus diberikan secara merata untuk seluruh anak Indonesia. Data dari UNICEF menunjukkan bahwa sekitar 4,1 juta anak-anak di Indonesia berusia 7-18 tahun tidak mendapat pendidikan atau bersekolah pada tahun 2021.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tunjuk Tiga Pimpinan Baru BGN, Ini Daftar Namanya

Untuk mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan / Sustainable Development Goals (SDGs) yang menargetkan tidak ada anak yang tidak bersekolah pada tahun 2030, Puan mendorong pemerintah dan seluruh elemen bangsa untuk meningkatkan program pendidikan dan memperluas pendidikan gratis, terutama bagi anak dari keluarga tidak mampu.

Ia juga mengapresiasi adanya program Sekolah Ramah Anak (SRA) yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan menyenangkan bagi anak sekolah.

Penerapan SRA melibatkan peran aktif dari pihak guru, sekolah, siswa, orang tua, serta masyarakat. SRA menjadi upaya untuk mengajak orang dewasa di sekolah berperan sebagai orang tua dan sahabat siswa, sehingga anak merasa lebih aman, nyaman, bahagia, dan terbebas dari gangguan mental dan fisik.

“Setiap sekolah harus menciptakan SRA sesuai standar yang telah ditetapkan untuk memastikan anak-anak merasa terlindungi selama berada di sekolah, dan sekolah harus bebas dari kekerasan,” tegas cucu Bung Karno itu.

Dengan langkah-langkah nyata dan dukungan bersama, diharapkan Indonesia dapat menciptakan generasi yang berkualitas, sehat secara fisik dan mental, serta memiliki kesempatan pendidikan yang sama untuk masa depan yang lebih baik.***

Penulis : Ong

Sumber Berita : dpr.go.id

Berita Terkait

TP-PKK NTB dan Lombok Timur Kolaborasi Wujudkan Desa Sakra sebagai Model Desa Berdaya
Pertamina Pastikan Stok Pertalite Cukup dan Distribusi Normal
Soroti Relawan Minim Kompetensi, APJI Minta Nanik S. Deyang Perbaiki Juknis MBG
Kepala BGN Baru Moratorium Dapur MBG, Fokuskan Sasaran pada Kelompok Prioritas
Ini Alasan Presiden Tunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN
Kejagung Tahan Dadan, Sony, dan Lodewyk Pusung sebagai Tersangka Korupsi Program MBG
Presiden Prabowo Tunjuk Tiga Pimpinan Baru BGN, Ini Daftar Namanya
Presiden Prabowo Copot Dadan, Sony dan Lodewyk dari BGN

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:17 WITA

DPRD Sebut Pelayanan Kesehatan di Lombok Timur Masih Jauh dari Ideal

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:01 WITA

Warga Suryawangi Tutup Paksa Tambang Galian C Ilegal

Senin, 15 Juni 2026 - 21:55 WITA

Tragis, Petugas Mitra PLN Tewas Tersengat Listrik Saat Perbaiki Jaringan di Pohgading

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:29 WITA

Dikes Lombok Timur Temukan Bakteri E-Coli Melebihi Batas Normal di Dapur MBG

Selasa, 9 Juni 2026 - 23:51 WITA

Api Lahap Bukit Sempana Saat Puluhan Pendaki Berkemah

Senin, 8 Juni 2026 - 14:38 WITA

Kesehatan untuk Semua Masih Jauh, Anggaran Kespro Lombok Tengah Anjlok

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:53 WITA

Polres Ungkap Identitas Mayat Wanita di Pantai Labuhan Haji, Keluarga Tolak Otopsi

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:00 WITA

Ditemukan Meninggal di Pantai Labuhan Haji, Wanita Asal Tanjung Luar Diduga Alami Gangguan Jiwa

Berita Terbaru