Investasi di Lotim Mencapai Rp 12 Triliun, Namun Realisasi Hanya Rp 659 Miliar

Selasa, 2 April 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim, Husnul Basri. (dok:lombokini.com)

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim, Husnul Basri. (dok:lombokini.com)

LOMBOKINI.com – Nilai perencanaan investasi yang terdaftar dalam Online Single Submission (OSS) mencapai angka fantastis, mencapai kisaran Rp 11-12 triliun. Namun, data realisasi investasi yang dilaporkan per triwulan ke tiga tahun 2023 hanya menunjukkan angka sebesar Rp 659 miliar.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lombok Timur (Lotim), Husnul Basri, mengungkapkan bahwa perbedaan signifikan antara nilai perencanaan dan realisasi investasi ini disebabkan oleh banyaknya investor atau pelaku usaha yang tidak melaporkan.

Baca Juga :  Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun

Menurut Basri, hanya investasi dengan nilai di atas Rp 1 miliar yang wajib melaporkan kegiatan usahanya. Namun, masih banyak yang tidak mematuhi kewajiban tersebut. Alasan lainnya mungkin karena perencanaan usaha belum terlaksana meskipun sudah direncanakan sebelumnya.

Sementara memasuki tahun 2024, terlihat bahwa kondisi perekonomian masyarakat di Lotim menunjukkan peningkatan yang cukup baik.

Pertumbuhan ekonomi pun mengalami perkembangan positif, menandakan adanya peningkatan investasi yang berkelanjutan.

Baca Juga :  UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Pertumbuhan ekonomi ini juga tercermin dari perkembangan usaha kecil dan menengah di Lotim, yang menunjukkan peluang kerja yang semakin meningkat.

Namun, sebagian besar usaha kecil di Kabupaten Lotim tidak wajib melaporkan investasinya karena modalnya di bawah Rp 2 miliar.

Dengan demikian, tidak semua nilai investasi dapat dimasukkan ke dalam catatan laporan realisasi investasi, meskipun terjadi pertumbuhan ekonomi yang signifikan. ***

Penulis : Ong

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan
Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun
Pemerintah Saling Tuding Soal Carut-Marut Data Desil, Masyarakat Harus ke Mana?
Pemkab Lombok Timur Petakan Kebutuhan ASN, Ribuan Tenaga Honorer Masuk Usulan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 20:30 WITA

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Jumat, 11 September 2026 - 22:05 WITA

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Rabu, 9 September 2026 - 18:38 WITA

DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar

Rabu, 9 September 2026 - 14:14 WITA

Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Berita Terbaru

Presiden RI Prabowo Subianto melantik Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). (Foto: Lombokini.com/Tamrin)

Nasional

Presiden Prabowo Melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri

Kamis, 1 Okt 2026 - 18:09 WITA