Forum P2,P3 dan GHN 10+ Lotim Geruduk Kantor Bupati Batal, Ada Apa?

Sabtu, 8 Juli 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Forum P2, P3 dan GHN 10+ Lotim, Sunarno, didampingi oleh Sekretarisnya. (Ong)

Ketua Forum P2, P3 dan GHN 10+ Lotim, Sunarno, didampingi oleh Sekretarisnya. (Ong)

LOMBOKINI.com – Forum P2, P3 dan GHN 10+ Kabupaten Lombok Timur (Lotim) tidak lama ini bersatu melakukan aksi geruduk Kantor Bupati. Wacana aksi ini sudah disebarluaskan melalui poster dan media.

Namun, rencana aksi ini tidak dibenarkan oleh Ketua Forum P2, P3 dan GHN 10+ Lotim, Sunarno saat dikonfirmasi lombokini.com pada Kamis, 6 Juli 2023.

“Kami memilih kegiatan diskusi secara persuasif dan santun saja,” ujar dia.
Oleh karena itu kata Sunarno, kami sudah berkirim surat ke DPRD Lotim untuk difasilitasi hearing. “Sudah diterima oleh Wakil Ketua DPRD Lotim,” sebutnya.

Di tegaskannya kembali bahwa tidak ada aksi, tidak seperti pemberitaan media. “Karena pemberitaan itu sekarang tambah blunder, makaknya kami klarifikasi tidak ada rencana aksi,” tegasnya.

Ditanya alasan meminta hearing hingga isu aksi, Sunarno menjawab bahwa anggotanya tidak puas dengan rencana perekrutan P3K formasi 2023. Kuota yang di buka hanya 440 formasi.

“Kami harapkan kemarin opsi kedua, dibukakan 1076 formasi. Sedikit tidaknya 50 persen dari rekan kami terakomodir,” harap Sunarno.

Baca Juga :  Komitmen Presiden Prabowo Pendidikan Gratis dari TK hingga Perguruan Tinggi

Merasa tidak puas jawaban Dinas Dikbud, pengurus Forum ini pun memberanikan diri untuk menemui Ditjen GTK Kemendikbud Ri di Jakarta, tidak lama ini.

Harapan mereka terjawab langsung oleh Ditjen GTK, bahwa formasi P3K guru untuk Kabupaten Lotim dibuka sebanyak – banyaknya.

Jawaban Ditjen GTK ini pun disampikan oleh pengurus P2,P3 dan GHN 10 +, meski begitu Dinas Dikbud enggan memenuhi permintaan mereka.

Alasan Dinas Dikbud menolak membuka formasi seperti jawaban Ditjen GTK, bahwa kondisi APBD Lotim tidak memenuhi. Oleh sebab itu, ditetapkan kuota 440 formasi tahun 2023.

“Kami tidak mengerti bagaimana Pemda menginginkan sekecilnya formasi 2023, padahal pusat membuka sebanyak – banyaknya”, kesalnya.

Selain jumlah formasi diminta bertambah, mereka juga akan mempertanyakan SK baru yang dikeluarkan Dinas Dikbud pada tahun 2023 kian meraja rela.

“SK baru sering keluar ini, menjadi keresahan rakan – rekan guru honorer khususnya di P2 dan P3,”ungkapnya.

Yang ditakutkan, jelas Sunarno, ketika SK baru terbit akan menggeser rekan honorer yang lama bekerja. Bahkan ketakutan ini dilaporkan oleh rekan honorer yang jumlahnya 2000 lebih itu.

Baca Juga :  UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

“Ada yang merasa di sisihkan oleh orang – orang baru masuk dan dikeluarkan SK ny yang baru ini,” ungkapnya.

Dia juga mengungkap, perpanjangan SK pada bulan Desember 2022 lalu, tertulis dalam surat pengantar bahwa untuk menyambung SK yang sudah terbit sebelumnya. Akan tetapi sejumlah SK baru ikut disatukan dalam SK perpanjangan itu.

“Ini menjadi pertanyaan kami juga. Ada apa sementara banyak sekolah yang lebih gurunya, tetapi masih ada lagi guru yang baru masuk datang membawa SK baru,” cetus Sunarno.

Lebih lagi, sambung dia, penggajian mereka diserahkan ke dana BOS. Dapat dipastikan dana BOS itu tidak mampu menggaji honorer ini. Pastinya kata dia, kepala sekolah akan mengurangi gaji honorer yang lama.

“Gaji diperkecil lagi, sementara pekerjaan honorer setiap sekolah itu melebihi beban kerja PNS,”imbuhnya.(*)

Penulis : Ong

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
Komitmen Presiden Prabowo Pendidikan Gratis dari TK hingga Perguruan Tinggi
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan
Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun
Pemerintah Saling Tuding Soal Carut-Marut Data Desil, Masyarakat Harus ke Mana?

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 20:30 WITA

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Rabu, 23 September 2026 - 23:39 WITA

Komitmen Presiden Prabowo Pendidikan Gratis dari TK hingga Perguruan Tinggi

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Jumat, 11 September 2026 - 22:05 WITA

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Rabu, 9 September 2026 - 18:38 WITA

DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar

Berita Terbaru

Dr. Maharani. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Triliunan untuk Bendungan, Mata Air Terabaikan

Jumat, 9 Okt 2026 - 12:57 WITA