Bupati Lotim : Jalur Illegal Pendakian Gunung Rinjani Harus Ditutup

  • Whatsapp
Jalur resmi pendakian Gunung Rinjani di Sembalun, Lombok Timur. LK/Dok. BTNGR

LOMBOKINI.com – Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy menegaskan akan memperketat penjagaan jalur pendakian gunung Runjani dan menutup jalur tikus atau jalur illegal (tidak resmi).

Hal itu dilakuka untuk memudahkan pendataan pengunjung apabila terjadinya bencana maupun persoalan lain yang  dialami wisatawan.

“Jalur pendakian Gunung Rinjani harus satu pintu atau jalur resmi tidak boleh ada banyak jalur apalagi tidak resmi atau jalur tikus harus ditutup,” tegasnya pada kegiatan Sosialisasi dan Simulasi SOP Rinjani Menuju New Normal di Kantor Resort Sembalun Balai TNGR, Desa Sembalun Lombok Timur, Sabtu 27 Juni 2020.

Selain itu kata dia, travel agen masih belum memberikan dampak positip kepada masyarakat Sembalun sehingga banyak gued dan porter Sembalun sebagai penonton.

Bupati Sukiman meminta kepala balai agar menertibkan pelaku wisata seperti gued dan porter yang menggunakan jalur pendakian Sembalun sehingga dampaknya bisa dirasakan masyarakat.

Baca Juga

” Mereka harus menggunakan gued dan porter asal Sembalun begitu juga sebaliknya, trapel agen yang menggunakan jalur pendakian Senaru menggunakan gued dan porter dari Senaru,” jelas mantan Dandim 1615/Lotim itu.

Bupati Sukiman juga meminta izin bapak Dirjen Konservasi Sumberdaya Alam Ekosistem (KSDAE) agar akses jalur pendakian dibuka sampai dengan pos 4 sehingga dapat dilalui transfortasi berupa kuda dan sepeda guna mengurangi beban berat yang dipikul para porter.

Sementara itu, Direktur Jenderal Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Ir. Wiratno, M.Sc, mengatakan, Pembukaan Pendakian Gunung Rinjani tergantung dari kesiapan petugas TNGR terkait dengan sarana, prasarana dan SDM yang sudah terlatih.

Pembukaan pendakian jalur pendakian tetap dibuka mulai 7 Juli 2020 karena sesuai penyampaian dari petugas TNGR harus melakukan tahapan sosialisasi dan edukasi yang akan dilaksanakan mulai tanggal 1 s/d 6 Juli 2020,” tutupnya. LK

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *