404 Not Found

Maaf, halaman yang anda cari tidak tersedia atau URL yang Anda inputkan salah

Perpustakaan Desa Aikmel Mendatangkan Penulis Masyhur Lombok Timur di Program Literasi Rumah Singgah

Program Literasi Rumah Singgah ini didedikasikan kepada generasi Aikmel (pemuda-pemuda dan anak-anak) untuk menumbuhkan energi literasi di wilayah tersebut. Pertama kali dalam sejarah Perpusdes Aikmel karena program ini tersusun dalam mekanisme yang mengarah pada kemajuan SDM melalui menulis, berteater, berkesenian, dan berkreativitas.

Program Literasi Rumah Singgah ini didedikasikan kepada generasi Aikmel (pemuda-pemuda dan anak-anak) untuk menumbuhkan energi literasi di wilayah tersebut. Pertama kali dalam sejarah Perpusdes Aikmel karena program ini tersusun dalam mekanisme yang mengarah pada kemajuan SDM melalui menulis, berteater, berkesenian, dan berkreativitas.

LOMBOKINI.com – Kini, pertama kali dalam sejarah Perpustakaan Desa (Perpusdes) Aikmel Ir Sunarno Sabirhan, Pemerintah Desa Aikmel melalui Pemdes Aikmel telah melaksanakan acara rapat sosialisasi Program Literasi Rumah Singgah di Aula Kantor Desa Aikmel, Rabu 27 September 2023. Di kesempatan itu juga Ketua Dewan Lombok Timur Aswan Khaelani ikut apresiasi program tersebut.

Program Literasi Rumah Singgah ini didedikasikan kepada generasi Aikmel (pemuda-pemuda dan anak-anak) untuk menumbuhkan energi literasi di wilayah tersebut. Pertama kali dalam sejarah Perpusdes Aikmel karena program ini tersusun dalam mekanisme yang mengarah pada kemajuan SDM melalui menulis, berteater, berkesenian, dan berkreativitas.

Pemuda, pelajar, dan anak-anak TK sampai SD menjadi target utama dalam program Rumah Singgah ini. Dalam hal itu, program Perpusdes Aikmel ini membuka tiga kelas yang di dalamnya memiliki kegiatan-kegiatan literasi. Kelas itu diantaranya:

1.Rumah Menulis

Kelas ini, ssuai namanya, berisi tentang kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan kreativitas menulis pelajar. Kalas ini dibuka untuk umum, mulai dari SMP, SMA, dan mahasiswa. Kegiatan menulis di dalamnya akan menghadirkan beberapa tutor/penulis dari Lombok. Tutor yang dihadirkan adalah orang-orang yang mengempuni bidang penulisan. Mereka, secara kualitas, mempunyai nama di dunia kepenulisan.

2.Rumah Baca

Kelas ini berisi kegiatan diskusi, penambahan wawasan lewat bedah buku dan karya tulis lainnya. Bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan wawasan peserta didik secara kolektif.

3.Rumah Ceria

Kelas ini dikhususkan untuk anak-anak yang bertujuan menanam minat baca dan belajar sejak usia dini. Adapun kegiatannya diantaranya berteater, mendongeng, menulis, sampai menambahkan wawasan tentang agama ke anak-anak.

Dalam acara rapat sosialisasi itu Perpusdes Aikmel mendatangkan penulis masyhur dari Lombok Timur, yakni Wahyu Nusantara Aji. Penulis ini selanjutnya akan menjadi tutor tetap di kegiatan Rumah Menulis. Perlu diketahui bahwa Wahyu Nusantara Aji adalah salah satu penulis yang sudah punya nama di khazanah kepenyairan Lombok Timur, bahkan di NTB. Karya-karyanya tersiar di berbagai media (cetak dan online) juga dialihwahanakan ke dalam pertunjukan. Buku pertamanya merupakan buku antologi puisi, yakni Tamu Hari Libur.

Adapun output yang akan dilaksanakan di tiga kelas di dalam program ini diantaranya mencetakan buku di Rumah Menulis, atau mengirimkannya di media, baik cetak maupun online. Kemudian untuk Rumah Ceria menjadi wadah untuk anak-anak mengembangkan kreativitasnya untuk nanti dikirimkan menjadi perwakilan daerahnya di acara perlombaan.

Untuk itu, Perpusdes membuka pendaftarannya untuk semua kelas yang sudah dijelaskan tadi. Pendaftaran bisa ke Perpusdes Aikmel langsung, yang terletak di Kantor Desa Aikmel, Desa Aikmel, Kec. Aikmel, Lombok Timur.

Beberapa Program yang Direncanakan pada Renstra dan Rakerda Tahun 2023 AMAN Lombok Timur

Telah digelar Rencana Strategis (Renstra) dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Lombok Timur. Kegiatan paling urgen di AMAN tersebut diadakan di Desa Remban Biak, Kecematan Lenek, Lombok Timur, tepatnya di wilayah adat Komunitas Sabuk Belo.

Telah digelar Rencana Strategis (Renstra) dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Lombok Timur. Kegiatan paling urgen di AMAN tersebut diadakan di Desa Remban Biak, Kecematan Lenek, Lombok Timur, tepatnya di wilayah adat Komunitas Sabuk Belo.

LOMBOKINI.comTelah digelar Rencana Strategis (Renstra) dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Lombok Timur. Kegiatan paling urgen di AMAN tersebut diadakan di Desa Remban Biak, Kecematan Lenek, Lombok Timur, tepatnya di wilayah adat Komunitas Sabuk Belo.

Kegiatan tersebut langsung dirurus oleh Ketua Pengurus Daerah (PD) Sayadi, SH. beserta beberapa kepanitian kegiatan tersebut. Dalam merancang Renstra dan Rakerda dibutuhkan selama dua hari, yakni dari 5 – 6 Agustus 2023.

Adapun peserta kegiatan tersebut merupakan perwakilan dari beberapa komunitas masyarakat adat di wilayah Lombok Timur. Pada kesempatan tersebut, Sayadi menyampaikan kepada semua perwakilan komunitas bahwa penyelanggeraan kegiatan rapat tersebut sebagai upaya dalam memperbaiki gerak kerja masing-masing komunitas masyarakat adat.

“Pergerakan kita harus menjadi terdepan dalam menjaga wilayah adat kita di sini, tentu itu akan menjadi indikator kita dalam membuat beberapa progres dan program. Dan yang lebih saya tekankan adalah membentuk kebijakan advokasi hukum dan pendamping hukum di setiap komunitas yang ada,” terang Sayadi saat membuka kegiatan rapat.

Kegiatan rapat tersebut dihadiri oleh Ketua (Pengurus Harian Wilayah) PHW AMAN NTB L. Prima Wira Putra, SH., Ketua Dewan AMAN Lombok Timur Maspakel Dane Rahil, dan Keua PD AMAN Lombok Timur.

“Perihal rapat ini diketahui oleh DPD RI Ahcmad Sukisman Azmy. Dia sempat diundang, tapi karena ada halangan beliau tidak ada,” ungkap Sayadi.

Dari keterang Sayadi selanjutnya, bahwa ruang gerak yang diberikan AMAN kepada seluruh komunitas masyarakat adat di Lombok Timur sangat luas. Hal itu karena AMAN mempunyai garis-garis besar program kerja, yaitu bidang organisasi, ekonomi, dan sosial budaya.

Hasil dari kegiatan tersebut terlah disepakati beberapa usulan di beberapa bidang di antaranya ialah :

Di bidang Advokasi dan Hukum terdapat tiga rekomendasi yang disusulkan, diantaranya pengadaan Balai Mediasi AMAN, mendorong Pemda membuat Perda/Perbup, membentuk tim pembahasan draf Perda/Perbup.

Dalam bidang Ekonomi dan Pemetaan ada tiga rekomendasi juga yang diusulkan, yakni pembentukan organisasi sayap AMAN di setiap komunitas, mendorong Badan Usaha Masyarakat Adat (BUMA), dan melaksanakan pemetaan (semua komunitas harus tau apa itu pemetaan).

Untuk bidang Pendidikan, Sosial, dan Budaya memiliki cukup banyak rekomendasi yang diusulkan peserta rapat. Adapun diantaranya: membangun, membentuk, dan mengembangkan sekolah adat; mengadakan dan mengembalikan secara intens muatan lokal di sekolah formal (pendidikan); mendorong Pemdes menguatkan kearifan lokal di masing-masing daerah; mendorong kaum perempuan untuk ikut serta membuat keputusan; memperhatikan desabihilitas; memperhatikan dan merawat lingkungan dan kelestarian alam.

Terdapat cukup banyak juga rekomendasi di bidang Infokom, yakni memaksimalkan pengguanaan media sosial terkait sumber informasi, mengadakan ahli IT, mengadakan pelatihan jurnalistik dan IT, membentuk sayap organisasi yang berfokus pada bidang teknologi dan cyber, memperkenalkan informasi digital untuk wilayah terpojok, pengadaan alat-alat dan prasaran infokom, menguatkan apresiasi media informasi, dan pengadaan tim kreator infokom.

Sementara itu di bidang yang terakhir, yakni organisasi, terdapat empat rekomendasi, diantaranya pengadaan pasilitas dan sekertariat masing-masing komunitas yang tercatat di AMAN, mendorong komunitas memilih kader AMAN dalm politik, pelatihan menejemen organisasi, dan pengadaan KTA organisasi.

Dari semua rekomendasi dalam usulan semua komunitas di AMAN Lombok Timur itu, Sayadi berharap akan bisa memajukan masyarakat adat di wilayah Lombok Timur.